Monday, March 21, 2011

My bad week


Last week wasn’t so good for me :( idk why I cried every night last week -,- umm….. maybe it’s because I’m so freaking badmood  and I felt so tired of this life last week…….and then I realized…….. another reason why I cried is……I’M SCARED.  Yeah, I’m scared of losing you, I’m scared if you don’t love me any more.  So….i’m sorry,I wasn’t good enough for you, but I’ll  always try to be a better girl for you :)

Yeah….. you know I’m addicted……to your smile,your style……….and everything about you :p I feel like the luckiest girl…..cause I have you  :D

Friday, March 4, 2011

Special note.......


Everytime my lips say, “Gosh,that boy is so handsome”.  My heart and my mind say, “I’ve got the most kind, handsome, and cool guy in this world.  And it’s YOU.” The most important thing is……… I LOVE YOU just the way you are and nothing can change it.  So….. believe me, no one can replace you in my life. You’re a part of my life, you’re the words I need to hear to always get me through a day , the face I need to see everyday.   I’m NOTHING without you and I LOVE YOU with every beat of my heart :D
When I’m talking or playing with another guy, doesn’t mean I like him. Only you can make my day bright and colorful. And only you can make me smile inside my heart .  When you smile, I feel like my heartbeat stops for a while cause your smile is my favourite thing ever.
I’m not perfect, and I’m sorry for that :(  But, I always try to be the best for you .  And I never want to hurt you……. Forgive me if I ever do it to you.
This note is dedicated to………… someone special :p
*Please leave comment or critic to improve my english :) 

Cerpen moral


Seorang Penulis Cilik

Tedi adalah seorang anak berumur 12 tahun yang memiliki hobi menulis.  Dia adalah seorang loper koran. Ia putus sekolah semenjak kedua orang tuanya meninggal 2 tahun lalu, dan penghasilannya sebagai loper koran tidak cukup untuk bersekolah.  Penghasilannya sehari – hari hanya cukup untuk makan, dan bila ada sisa uang, Tedi menabungnya untuk membeli buku tulis untuk menyalurkan hobinya menulis.
Suatu pagi, Tedi hendak mengambil koran dari agen untuk diantar ke rumah – rumah para pelanggan koran. Di perjalanan, Tedi melihat seorang lelaki tua yang kesulitan untuk menyebrang jalan.  Karena kebaikan hati Tedi, Tedi pun berhenti dan meminggirkan sepedanya lalu membantu lelaki tua tersebut menyebrang.  Setelah sampai di sebrang jalan, lelaki tu itu berkata, “Terima Kasih anak muda, kau pemuda yang baik hati, temui aku di alamat ini.” Lelaki tua itu memberi sebuah kartu nama pada Tedi.  Tedi menjawab dengan bingung, “B-b-baik lah.”
Hari sudah sore, Tedi pun telah selesai bekerja, ia teringat dengan perkataan lelaki tua tadi yang menyuruhnya dating ke alamat yang diberikan.  Awalnya ia bingung apakah ia akan datang atau tidak.  Akhirnya ia memutuskan untuk datang menemui lelaki tua itu.  Sesampainya disana ia bertemu dengan lelaki tersebut.
Mereka pun mulai berbincang – bincang.  Ternyata nama lelaki tersebut adalah Ivan. Ia adalah seorang penulis di zamannya dulu.  Namun, sekarang ia sudah tidak aktif menulis lagi.  Lalu, ia bertanya pada Tedi, “Omong – omong, apa hobimu anak muda?” “Aku suka sekali menulis,” jawab Tedi. Ivan yang tertarik mendengar hobi tedi tersebut bertanya, ”Oh ya? Bolehkah aku melihat hasil karyamu?” “Tentu saja,kebetulan aku membawa sebuah karyaku,” jawab Tedi sambil mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. “hmm,coba aku lihat,” kata Ivan. “Silahkan saja,’ jawab Tedi. “Cerita ini bagus,maukah kau membawakanku karyamu yang lain? Aku mempunyai teman yang bekerja di penerbit, mungkin aku bias memintanya menerbitkan karya – karyamu,” kata Ivan. “Benerkah? Tentu saja aku mau membawakannya besok,” jawab Tedi dengan antusias. “Jadi,temui aku besok disini ya,” kata Ivan. Tedi menjawab, “Baiklah.”
Keesokan harinya, Tedi menemui Ivan di tempat yang sama.  Sesampainya disana, ia melihat Ivan bersama temannya.  Lalu Ivan berkata, “Hai, Tedi, perkenalkan ini Terre temanku yang kuceritakan kemarin.” Tedi dan Terre pun saling berkenalan. “Jadi…kudengar kau mempunyai karya – karya yang cukup bagus, Tedi, bolehkah aku melihatnya?” “Tentu saja,” jawab Tedi sambil memberikan beberapa hasil karyanya. Terre pun membacanya dan berkata, “Karyamu benar – benar bagus,aku akan menerbitkannya,aku akan mengabarimu akhir minggu ini.” “B-b-benarkah?”Terima kasih banyak,” jawab Tedi tergagap. “Ya, aku serius, sekarang pulanglah,” kata Terre. Tedi pun pulang dengan wajah berseri – seri.
Seminggu kemudian, Terre datang ke rumah Tedi, dan memberi kabar bahwa karya Tedi akan diterbitkan dalam waktu dekat. Tedi yang setengah tidak percaya pun berkata, “Apa kau serius?” “Ya,aku serius,karyamu akan terbit 2 bulan lagi,” kata Terre. “Aku tidak bisa mengatakan apa – apa selain berterima kasih,” kata Tedi.  Terre menjawab, “Tidak masalah, sebaiknya kau berterima kasih pada Ivan yang telah mengenalkanku padamu.” “Ya,itu pasti,aku akan segera menemuinya.”Terre pun pulang setelah memberi kabar bahagia tersebut. Tedi dengan sigap menaiki sepedanya dan pergi ke tempat ia biasa menemui Ivan.  Dan benar, ia langsung bertemu Ivan pada saat itu. Langsung saja Tedi berkata, “Terima kasih banyak karena kau telah memperkenalkan aku pada Terre,dan sekarang karyaku akan diterbitkan!” “Benarkah? Selamat!” kata Ivan. “Ya, sekali lagi terima kasih,” kata Tedi. “Tidak masalah, karena kau anak yang baik,” jawab Ivan.
2 bulan kemudian, karya Tedi diterbitkan. Dia pun mulai sibuk mempromosikan bukunya. Dan buku karyanya pun terjual dengan laris.

 Note : Terserah kalo menurut lo ini aneh, gak penting atau apapun. Sekedar iseng ~



Friday, February 18, 2011

Cerpen -__-

Persahabatan Kukang dan Lemur

Di sebuah hutan, hiduplah sepasang sahabat yaitu, Kukang dan Lemur.  Mereka telah bersahabat sejak lama.  Di hutan, mereka tinggal bersama kawan – kawan mereka yang lain, diantaranya, Tapir, Badak, Kudanil, dan masih banyak lagi.
Suatu siang di hutan, Kukang dan Lemur sedang asyik bermain bersama.  Tiba – tiba Badak datang menghampiri mereka, lalu ia berkata, “Apakah kalian sudah mendengar cerita dari Tapir?” Lalu, Kukang menjawab, “Cerita apa? Tapir tidak menceritakan apa – apa pada kami.” “Katanya, di seberang sungai ada sebuah tempat yang sangat indah dan banyak sekali makanan disana,” jelas Badak dengan singkat. “Apa masih ada tempat seperti itu sekarang ini?” tanya Lemur.  “Aku juga tidak percaya, tapi ia menceritakannya dengan sangat meyakinkan,” jawab Badak. “Begini saja, bagaimana kalo kita cari tahu bersama apakah benar ada tempat seperti itu di seberang sungai ?” kata Kukang. Dan serempak Lemur dan Badak menjawab, “Ide bagus!”
Keesokan harinya, Kukang, Lemur, dan Badak pun berangkat untuk mencari tahu kebenaran cerita Tapir.  Mereka berjalan cukup jauh sebelum sampai di tepi Sungai.  Dan di sungai, mereka bertemu dengan Kudanil.  Lalu, Lemur pun bertanya pada Kudanil, “Apakah benar ada tempat yang sangat indah di seberang sungai?” Kudanil menjawab, “Wah, aku tidak tahu,aku belum pernah pergi ke seberang sungai.” Karena tidak berhasil mendapat informasi dari Kudanil, mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju tempat yang diceritakan Tapir. 
Hari mulai gelap, dan tidak ada penerangan apapun selain cahaya bulan. Mereka tetap berjalan di hutan yg lebat. Kukang berjalan bersama Lemur di depan, sedangkan Badak berjalan di belakang.  Tanpa disadari, Kukang dan Lemur berjalan jauh meninggalkan Badak. Dan mereka tidak lagi melihat Badak. Dengan panik, mereka berusaha memanggil dan mencari Badak. “Badak…..kamu dimana?” teriak Kukang dan Lemur. Namun mereka tidak berhasil menemukan Badak.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk beristirahat.  Keesokan harinya, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup lama, mereka sampai di sebuah padang rumput yang sangat luas.  Lalu mereka berpikir, mungkin kita sudah hampir sampai. Mereka pun berjalan sekitar satu kilometer dari sana. Dan ternyata, yang mereka temukan bukan lah tempat seperti yang diceritakan Tapir, tapi tempat berkumpul sekumpulan singa.  Kukang dan Lemur pun panik dan mencari cara untuk melarikan diri.
Ketika mecoba untuk lari, ternyata kehadiran Kukang dan Lemur terlanjur disadari oleh seekor singa. Kukang dan Lemur pun segera berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran singa. Namun, ketika berlari untuk menyelamatkan diri, Lemur terjatuh dan butuh bantuan untuk bangun, sedangkan singa itu semakin dekat.  Kukang pun berpikir sejenak, apakah iya harus menyelamatkan sahabatnya atau menyelamatkan dirinya sendiri.  Karena ke- setia kawan –annya , Kukang pun akhirnya membantu Lemur untuk berdiri dan kembali berlari. Mereka kembali berlari sekuat tenaga dan akhirnya berhasil melarikan diri.
Mereka pun berjalan pulang ke tempat tinggal mereka.  Di sepanjang jalan, Lemur tidak berhenti mengucapkan terima kasih kepada Kukang yang telah menyelamatkannya. “Terima kasih banyak ya Kukang, kalau kamu tidak menyelamatkanku mungkin aku sudah mati dimangsa oleh singa,” kata Lemur. “Sama – sama, itu lah fungsi sahabat,” jawab Kukang.
Mereka akhirnya sampai di tempat mereka tinggal.  Dan mereka pun bertemu Tapir bersama ibunya. Lalu Kukang berkata kepada Tapir, “Tempat yang kamu ceritakan itu bohong ! Kamu menjebak kami,itu adalah tempat para singa berkumpul!” Ibu Tapir yang mendengar perkataan Kukang tadi langsung bertanya pada Tapir, “Apakah itu benar?” Tapir menjawab dengan terbata – bata, “i-i-iya.” Ibu Tapir pun memarahi Tapir habis-habisan dan akhirnya Tapir meminta maaf pada Kukang dan Lemur. “Maafkan aku ya,” kata Tapir. “Ya,kami akan memaafkanmu, tapi kamu harus berjanji untuk tidak mengulanginya lagi,” kata Lemur. “Baiklah,” jawab Tapir

note : Cerpen ini garing, dan gaje -_- jadi gue minta maaf kalo lo gak seneng bacanya -__-v

Wednesday, February 16, 2011

Wonderful Jogja (baron)

Kali ini, gue mau share beberapa hasil hunting gue di Jogja, khususnya di Pantai Baron. :D















 Itu lah, beberapa hasil hunting gue di Pantai Baron. Jelek - jelek ya? hehe... Maklum masih amatir .__.   Tunggu yg berikutnya ya..... hasil hunting gue di Pantai Kukup dan Gunung Merapi  :D thank's
                                                                                       

Wednesday, December 22, 2010

Pelantikan Fotografi

Tanggal 20 - 21 Desember 2010 kemaren, gue ikut pelantikan ekskul fotografi di Lembang,Bandung.  Gue dan yang lain berangkat tanggal 20 Desember jam 7 pagi.  Tujuan pertama adalah, Tangkuban Perahu, disana kita semua hunting. Setelah dari Tangkuban Perahu, perjalanan dilanjutin ke villa tempat kita akan nginep, nama villa-nya Villa Aurellia. Perjalanan dari Tangkuban Perahu ke villa sekitar 1 jam. Setelah sampe di villa, kita istirahat sebentar, terus dilanjutin dengan pelatihan fotografi. Abis pelatihan fotografi kita makan malam dan istirahat. Jam 9 malem, pelantikan pun dimulai.  Pelantikannya terdiri dari beberapa pos, urutan pos yang harus dilaluin kelompok gue 2-3-4-1. Dan, itu pos - posnya kita musti nebak sendiri. Akhirnya, kelompok gue berhasil nemuin pos pertama yaitu pos 2, di pos itu salah satu perwakilan dari kelompok disurug untuk memfoto pohon natal. Dan, perwakilan kelompok gue adalah..... shaffa.  Di pos itu, kita juga disuruh nyanyiin yel - yel yg udah dibikin, dan itu kocak abis. Setelah selesai di pos 2, kita pun lanjut ke pos 3. Disitu, yang diuji pengetahuan kita soal fotografi, alhamdulillah kelompok gue lumayan lancar jawab pertanyaan yang dikasih.  Abis itu, gue dan yang lain lanjut ke pos 4, disini kita cuma nunggu sampe rolling. Setelah rolling kita lanjut ke pos terakhir yaitu pos 1. Pos itu namanya pos gaya, di pos itu kita disuruh gaya yg aneh - aneh, dari mulai minta permen sambil pake gaya anjing tapi bersuara ayam -_- sampe disuruh nembak kakak kelas. Gue disuruh nembak kak putu sedangkan shaffa disuruh nembak kak alvin, dan yang lain kayak bulan, della, okky, juga disuruh nembak kakak kelas tapi gue lupa disuruh nembak siapa hehehe.... Oh, iya, kan kita pake name tag, nah di nametag itu ditempelin 12 permen. Di setiap pos, kalo kita bikin kesalahan, permennnya bakal diambil. Selesai pelantikan permen yang ada di name tag gue tinggal 2 -___- 
Hari kedua, saatnya penurunan jabatan #ftgrf3 yang bakal diganti sama #ftgrf4. Acara penurunan jabatannya seru banget, ada acara nyebur ke kolam renang segala lagi, hahahaha. Setelah penurunan jabatan itu, jam 9 kita berangkat ke de'ranch. Setelah sampe di de'ranch, kita main dan hunting disana sampe jam setengah 2 siang. Nah, jam setengah 2 kita pulang ke Jakarta. Setelah sekitar 3,5 jam, akhirnya kita sampe di Jakarta dengan selamat. Sampe di smabel, kita semua foto bareng dulu baru akhirnya pulang.
Pokoknya pelantikan fotografinya seru deh !!! Sekian cerita dari gue ya.

Monday, December 6, 2010

Cerita karangan gue waktu SD

Senyummu Bahagiaku
Pada suatu siang yang cerah di hari Kamis,Rina pulang sekolah.Lalu,saat mobilnya berhenti di sebuah lampu merah,ia melihat seorang pengemis cilik yang sedang meminta-minta dari mobil kemobil.Ia sangat iba melihat anak itu.Ia sangat ingin membantu anak itu.Namun sayang,ketika ia ingin membantu anak itu lampu merah sudah berubah menjadi hijau.

Keesokkan harinya.sepulang sekolah Rina mencari-cari pengemis cilik yang kemarin ia lihat.Namun ia tidak menemukannya.Walaupun begitu ia tidak putus asa.Karena ia sangat ingin membantu pengemis itu,pada hari Sabtu ia meneruskan pencariannya.Ia bertanya pada setiap orang yang ia temui.ia pun mendapatkan petunjuk bahwa anak itu ada di sebuah perkampungan kumuh yang ada di dekat sekolahnya.Ia pun pergi ke tempat yang dimaksud.Lalu,ia bertanya kepada orang-orang yang ada disekitar perkampungan itu.Seorang warga memberitahu Rina tentang rumah si pengemis cilik tersebut.Sesampainya Rina di rumah pengemis cilik itu,ia melihat seorang anak kecil yang sedang terbaring lemah diatas dipan yang terbuat dari kayu.Iaingin menghampiri anak itu.Tetapi,hari sudah sore.Rina pun memutuskan untuk kembali di kemudian hari.

Keesokkan harinya.Rina kembali ke rumah si pengemis cilik tersebut.Ia pun segera mengetuk pintu rumah tersebut.Kemudian,tampaklah seorang anak yang tampak sebaya dengan Rina.Rina pun meminta izin untuk masuk ke rumah itu.Anak itupun mengizinkan.Lalu, mereka saling berkenalan dan bercakap – cakap Ternyata si pengemis cilik itu bernama Toni.Ditengah percakapan Rina teringat akan anak yang dilihatnya kemarin.Lalu,ia pun menanyakannya pada Toni.Ternyata anak yang ia lihat kemarin adalah adik Toni yang sedang sakit.”Sudah 2 hari panasnya sangat tinggi ,”ujar Toni.

Mendengar hal itu,Rina langsung bergegas pulang.Sesampainya di rumah
Rina langsung mengambil uangnya dalam jumlah yang cukup besar,maklum Rina berasal dari keluarga yang kayaraya.Uang itu akan ia serahkan kepada Toni untuk biaya berobat adki Toni dan untuk membantu kehidupan Toni dan adiknya.Setelah mengambil uang Rina kembali ke rumah Toni,dan ia pun memberikan uang itu dan berkata,”Uang ini aku berikan untuk membantu kamu dan adikmu,semoga adikmu cepat sembuh ya!” ”Terima kasih banyak,kamu mau membantu kami,”kata Toni.”Sama-sama,sebagai sesama manusia kita memang harus saling membantu,”kata Rina.Mereka berdua pun tersenyum bersama.Dalam hati Rina berkata, “Senyummu bahagiaku.”